SuaraBali.id - Cara membesarkan ukuran kelamin pria atau cara memperbesar penis yang salah kaprah. Termasuk mitos tarik-tarik penis bisa bikin kelamin panjang.
Namun sayangnya, kondisi alamiah terkadang tidak mendukung keinginan seorang lelaki untuk merasa lebih "percaya diri" di hadapan pasangannya. Demi merengkuh kepercayaan diri ini, mereka pun mengambil jalan pintas dalam cara memperbesar penis.
Banyak lelaki dibuat kecewa oleh fisik bawaan lahir. Mereka tak terima memiliki penis yang menurut mereka kurang besar. Alasannya, mereka takut ukuran penis yang dianggap kecil tidak akan memuaskan pasangan.
Alhasil, ketakutan itu menggiring pada tindakan-tindakan instan, pada segala tips, dan segala info soal cara membesarkan penis.
Sialnya, menurut laporan Mayo Clinic, sebagian besar teknik dan cara memperbesar penis yang sering kita lihat diiklan tidaklah efektif. Beberapa produk bahkan dapat merusak dan mengakibatkan kerusakan permanen pada penis.
Pil dan Losion
Benda ini biasanya mengandung vitamin, mineral, herbal, atau hormon, yang diklaim produsen dapat jadi salah satu cara memperbesar penis.
Bagaimanapun, dilansir dari Web MD, tak satu pun dari produk ini terbukti berkhasiat. Beberapa di antaranya bahkan bisa berbahaya.
Pompa Vakum
Baca Juga: Cara Memperbesar Penis Kelamin Pria, Awas Jangan Tertipu Obat Kuat
Karena pompa menarik darah ke penis, membuatnya membengkak dan mereka bilang jadi berukuran "lebih besar". Alat ini terkadang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi.
Pompa vakum memang dapat membuat penis terlihat lebih besar untuk sementara. Kata yang patut diingat di sini ialah "sementara".
Menggunakannya terlalu sering atau terlalu lama dapat merusak jaringan elastis di penis, yang menyebabkan ereksi kurang kencang pada akhirnya.
Mengurut Penis
Kadang-kadang disebut jelqing, cara mengurut ini menggunakan gerakan tangan untuk mendorong darah dari pangkal ke kepala penis.
Meskipun teknik ini tampak lebih aman daripada metode lain, tidak ada bukti ilmiah yang menegaskan keberhasilannya.
Bukannya untung, jelqing justru punya dampak negatif dengan menyebabkan pembentukan bekas luka, rasa sakit, dan cacat.
Berita Terkait
-
Ngotot Jerat Oklin Fia Pasal Penodaan Agama, Pelapor Bakal Minta MUI Terbitkan Fatwa Larangan Jilbab Ketat
-
Bikin Konten Jilat Es Krim di Depan Kemaluan Pria, Publik Harap Selebgram Oklin Fia Dipenjara
-
Heboh Restoran di Bali Sajikan Wafel Bentuk Kelamin Pria dan Wanita, Minat Coba?
-
Pernah Unggah Video 'Dildo', Kemenangan Miss Malaysia Tuai Kontroversi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri