SuaraBali.id - I Gede Susila, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan, sekaligus Plh Bupati Tabanan, pada Minggu (21/2/2021) menyatakan warga Tabanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Gejala Ringan (GR) dipastikan terintegrasi atau dikarantina di hotel yang telah ditunjuk. Sementara untuk pembayarannya akan didukung semampunya dari APBD Tabanan.
Dikutip dari BeritaBali.com, jejaring SuaraBali.id, pembayaran hotel karantina bagi OTG-GR dan tenaga kesehatan Covid-19 yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana hanya sampai 28 Februari 2021. Dan per 19 Februari 2021 karantina diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah.
"Untuk Tabanan, kami tetap melakukan karantina terintegrasi di hotel, mudah-mudahan ada perubahan dari pusat untuk membantu pembiayaannya nanti," jelasnya kemarin, Minggu (21/2/2021).
Keputusan ini dilakukan menyusul adanya surat dari Ketua Harian Satgas Penanganan Covid19 propinsi Bali, Dewa Made Indra tertanggal 18 Februari 2021 kepada Bupati/Walikota terkait pemberhentian sementara pelaksanaan karantina di hotel-hotel di Bali.
I Gede Susila juga menjelaskan bahwa pelaksanaan karantina terintegrasi selama ini sudah cukup baik dan mampu menekan angka penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi.
Jika dilakukan karantina secara mandiri di rumah masing-masing, berisiko tinggi karena akan membahayakan masyarakat lainnya atau terjadi klaster keluarga. Selain itu pengawasan dikhawatirkan tidak bisa terjangkau sepenuhnya oleh Satgas desa.
Berita Terkait
-
Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI
-
Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan
-
Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI
-
Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026
-
Forever Starts Here: Rayakan Momen Cinta di INNSiDE by Melia Yogyakarta
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA