SuaraBali.id - Sebuah kisah pilu viral di media sosial. Penderita Orang Dengan Gangguannya Jiwa (ODGJ) dipasung keluarganya sendiri.
Bunbun Bunyamin (50), warga warga Kampung Pasirkihiang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianggap serinng meresahkan keluarga dan warga sekitar.
Kisah pilunya diunggah pemilik akun facebook Nanang di grup Urang Bandung Barat. Disebutkan 'Pemerintah Desa Sindangkerta KBB Diduga Melakukan Pembiaran Pemasungan Terhadap Warganya yang Sakit Kejiwaan'.
Dilansir laman BeritaBali, Rabu (17/2/2021), dicoba klarifikasi kebenaran informasi tersebut kepada keluarga korban.
Rupanya benar telah terjadi pemasungan terhadap Bunbun dan itu dilakukan keluarganya menggunakan rantai.
Pihak keluarga menyatakan bahwa pemasungan itu terpaksa dilakukan. Melalui sang ayah, Hapid (76), mengungkapkan beberapa kali Bunbun dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain, sampai akhirnya ditempatkan di ruangan khusus dengan kakinya dirantai agar tak bisa berkeliaran.
"Kalau enggak dibeginikan (dipasung) suka mengamuk, nanti bisa mengganggu keluarga sama warga di sini," tutur Hapid.
Bunbun merupakan anak ketiga dari pasangan Hapid (76) dan Entin Kartini (75). Menurut penuturan Hapid, anaknya itu sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak usia 19 tahun. Artinya, saat ini Bunbun sudah 31 tahun mengalami gangguan kejiwaan.
"Dulunya bekerja di pabrik pembuatan ban di Tangerang. Tiba-tiba dia pulang dalam kondisi seperti ini, ngobrol enggak nyambung. Memang sebelumnya sempat cerita, stres di tempat bekerja," ungkap Hapid.
Baca Juga: Kasian Banget, Driver Ojol Gagal Antarkan Orderan Gara-gara HP Dicolong
Kondisi Bunbun jika sedang kumat, kerap mengamuk dan melakukan perbuatan yang mengancam keselamatan keluarga, warga setempat, bahkan dirinya sendiri.
"Kalau kumat itu dia ngamuk, pernah ibu dilukai di pahanya dengan bambu, terus hampir membakar rumah karena merokok di tempat tidur, dan warga juga memang resah," kata Hapid.
Hapid mengaku sejak mulai mengalami gangguan jiwa, ia dan keluarga bolak-balik membawa Bunbun ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, hingga ke pengobatan tradisional namun tak kunjung menunjukkan perubahan yang signifikan.
"Sudah beberapa kali dibawa berobat ke Rumah Sakit Dustira, RSJ, terus Bogor sampai keluarga menjual sawah. Tapi engga ada perkembangan dan malah makin parah," terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangkerta Eli mengatakan pihaknya tak melakukan pembiaran dengan tindakan pemasungan yang dilakukan keluarga terhadap Bunbun. Namun hal itu semata-mata merupakan upaya antisipasi sambil menanti kabar Bunbun bisa diobati di RSJ Cisarua.
"Awalnya tidak langsung dipasung, tapi semakin ke sini keluarga merasa terancam. Ini bentuk penyelamatan keluarga dan yang bersangkutan, akhirnya dibikinkan ruangan khusus dan kakinya dirantai," kata Eli.
Berita Terkait
-
Maling Mobil yang Heboh di Bekasi Ternyata ODGJ
-
Bupati Serukan Weekend di Rumah Saja, Sektor Pariwisata semakin Menjerit
-
Hengky Kurniawan Ajak Warganya untuk Menikah, Sahrul Gunawan Ngacung Duluan
-
Warga Desa Jayagiri Lembang Didatangi Sosok Ini, Bawa Pesan Soal Pandemi
-
Gawat! Ada Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Bebas Berkeliaran
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo