SuaraBali.id - Indonesia kembali memecahkan rekor penambahan kasus harian Covid-19 dengan penambahan kasus sebesar 9.321 pada Kamis (7/1/2021).
Rekor hari ini mengalahkan rekor pembahanan harian sebelumnya yang terjadi pada 6 Desember 2020 kemarin, yakni sebanyak 8.854 orang.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ribuan orang ini menambah kasus positif secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 797.723 orang.
Angka penambahan tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 68.019 spesimen dari 44.791 orang yang diperiksa hari ini
Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 7.713.307 spesimen.
Dari jumlah itu, ada tambahan 224 orang meninggal sehingga total menjadi 23.520 jiwa meninggal dunia.
Kemudian, ada tambahan 6.924 orang yang sembuh sehingga total menjadi 659.437 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus suspek hari ini mencapai 68.753 orang.
Tercatat sudah 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota yang terinfeksi virus Covid-19.
Data kemarin, positif 788.402 orang, 112.593 orang kasus aktif, 652.513 orang sembuh, dan meninggal 23.296 jiwa.
Baca Juga: Rekor Baru Awal Tahun, Hari Ini Ada 8.854 Warga Indonesia Terpapar Corona
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin