SuaraBali.id - Makan sepuasnya tapi bayar sukarela menjadi dambaan setiap orang. Restoran 9 Angels di Bali menawarkannya.
Bali sebagai salah satu tujuan wisata favorit nyatanya tak sekadar menyuguhkan keindahan alam dan budaya bagi wisatawan, namun juga kuliner ramah kantong.
Restoran 9 Angels membiarkan para pelanggannya membayar makanan sesuka hati tanpa dipatok harga. Restoran itu engambil konsep donasi dan sukarela. Lokasinya di Jalan Suweta, Ubud, Bali
Lanyaran berbasis donasi, pegawai yang bekerja di sini pun tidak tetap dan merupakan sukarelawan.
Di sini, pelanggan dapat memilih makanan yang diinginkan, kemudian membayar dengan harga yang dirasa pantas.
Menu makanan yang disediakan pun beragam. Namun, masakan yang disajikan di tempat ini adalah menu vegetarian.
Semua makanan yang disediakan memang tak dibanderol harga pasti. Meski begitu, tersedia kisaran harga yang dapat diikuti.
Walau begitu, pembeli tak wajib mengikuti kisaran harga tersebut dan pada dasarnya tetap dapat membayar semampunya.
Pembeli yang ingin berdonasi bisa membayar lebih. Hasil donasi akan digunakan untuk membantu orang yang tak mampu.
Baca Juga: Terdampak Pandemi, 200 Restoran di Makassar Akan Dapat Bantuan Kementerian
Bagi pengunjung yang tak punya uang, bisa membayar semampunya saja. Bahkan, bisa juga membayar dengan waktu atau keterampilan yang dimiliki.
Restoran 9 Angels juga menerapkan self-service untuk para pembelinya. Jadi, pembeli diharuskan mengambil makanan hingga mencuci piring makanannya sendiri.
Makanan yang disediakan berbentuk prasmanan. Ini membuat pembeli bebas menentukan berapa banyak lauk yang akan dimakan.
Restoran 9 Angels memiliki desain yang cukup ciamik. Tanaman hijau yang rimbun akan membuat pembeli nyaman singgah di tempat makan ini.
Terdapat lukisan dan juga pajangan yang terbuat dari tanah liat yang membuat tempat ini semakin terlihat unik.
Restoran 9 Angels buka setiap hari mulai pukul 10.00 WITA sampai 22.00 WITA. Tempat ini bisa jadi solusi saat kantongmu mulai menipis waktu berlibur ke Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG