SuaraBali.id - Hematoma subdural yang terjadi pada Diego Maradona tidak menyerang secara tiba-tiba. Untuk itu, ada baiknya Anda mengatahui tanda dan gejala penyakit ini.
Ya, Maradona yang saat ini berusia 60 tahun mengalami perdarahan dan penggumpalan darah di otak setelah sebelumnya mengalami dehidrasi dan anemia.
Dilansir Anadolu Agency, dokter mengatakan Maradona saat ini sukses menjalani operasi dan sudah sadar.
"Diego sudah bangun, dia sangat sehat. Dia memiliki sedikit drainase yang akan kita keluarkan besok. Dia menjalani operasi dengan sangat baik. Dia sudah sadar dan terjaga dan waktu dia dirawat di rumah sakit akan bergantung pada perkembangannya," kata dokter pribadinya, Leopoldo Luque.
Dokter mengatakan dia akan beristirahat di klinik di luar Buenos Aires setidaknya selama 48 jam.
Lalu, apa sebenarnya hematoma subdural yang mengancam nyawa Maradona?
Situs Hello Sehat menulis, hematoma subdural adalah kondisi di mana darah menumpuk di antara dua lapisan arachnoidal dan lapisan dura atau meningeal.
Kondisi ini dapat menjadi akut alias terjadi tiba-tiba, atau kronis alias muncul dengan perlahan. Hematoma (kumpulan darah) yang sangat besar atau akut dapat menyebabkan tekanan tinggi di dalam tengkorak.
Akibatnya, dapat terjadi kompresi dan kerusakan pada jaringan otak. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa.
Baca Juga: Operasi Otak Sukses, Ratusan Penggemar Dukung Kesembuhan Si Tangan Tuhan
hematoma subdural umum terjadi pada orang dengan trauma di kepala, terutama pada anak-anak dan lansia.
Penyalahgunaan alkohol jangka panjang juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap hematoma subdural akibat kecelakaan atau jatuh.
Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Tanda dan gejala hematoma subdural
Gejala hematoma subdural tergantung pada seberapa serius cedera yang Anda alami, dan berapa ukuran serta lokasi hematoma. Gejala dapat segera muncul atau beberapa minggu setelah cedera. Beberapa orang terlihat baik-baik saja pertamanya (lucid interval) setelah cedera. Namun, tekanan pada otak kemudian dapat menyebabkan:
- Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran
- Muntah
- Sakit kepala
- Pusing
- Disorientasi
- Bicara melantur
- Amnesia
- Kejang
- Perubahan kepribadian
- Napas yang abnormal
- Kesulitan berjalan
- Kelemahan pada satu sisi tubuh.
- Hematoma kronis dan subakut sering kali menyebabkan sakit kepala, kelemahan, lambat berpikir, gangguan pada bicara, gangguan pada mobilitas ,dan kebingungan.
Apabila kondisi ini terjadi pada bayi, gejala dapat meliputi:
Berita Terkait
-
Diisukan Meninggal akibat Pendarahan Otak, Kim Jong Un Muncul di Pameran Bersama Putrinya
-
Lionel Messi Ikuti Jejak Maradona, 'Menghilang' di Final Piala Dunia 2026
-
Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
-
Rekor Messi Tergeser, Mbappe Siap Jadi Bintang Bola Masa Depan, Benarkah?
-
Siapa Lebih Hebat Lionel Messi atau Diego Maradona? Batistuta Sampai Bingung Milih
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo