Hadapi Tantangan Pangan Global, Sarjana Pertanian Dituntut Untuk Berinovasi

Inovasi sarjana pertanian krusial untuk ketahanan pangan. Tantangan iklim, populasi, & sumber daya menuntut pertanian berkelanjutan.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 12 Desember 2024 | 14:05 WIB
Hadapi Tantangan Pangan Global, Sarjana Pertanian Dituntut Untuk Berinovasi
Gema Ilmiah Sosial yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa di Agro Pudak Lestari, Desa Pancasari, Buleleng pada Kamis (12/11/2024) [Istimewa]

SuaraBali.id - Sarjana Pertanian dituntut untuk terus berinovasi guna mampu mendukung upaya menuju ketahanan pangan. Terlebih di era globalisasi yang semakin kompleks, ketahanan pangan menjadi isu yang sangat krusial.

Tantangan yang dihadapi adalah ancaman perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan keterbatasan sumber daya alam. Inilah yang membuat inovasi dalam bidang pertanian menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, dalam kegiatan Gema Ilmiah Sosial yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa di Agro Pudak Lestari, Desa Pancasari, Buleleng pada Kamis (12/11/2024) menekankan pentingnya peran sarjana pertanian dalam menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

"Presiden Prabowo telah mendengungkan ketahanan pangan guna menunjang keberlanjutan sebuah negara. Ketahanan pangan telah menjadi prioritas utama pemerintah dan untuk mewujudkan itu dibutuhkan sarjana Pertanian" kata Suriati.

Baca Juga:Dinas Pertanian Bali Gelar Operasi Pasar di Tujuh Lokasi, Harga Lebih Murah

Dalam paparannya, Suriati menjelaskan bahwa inovasi dalam bidang pertanian tidak hanya terbatas pada teknologi canggih, tetapi juga mencakup pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

"Kita perlu mengadopsi praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini termasuk penggunaan pupuk organik, pengelolaan air yang efisien, dan pengendalian hama secara alami," paparnya.

Selain itu Suriati juga menyoroti pentingnya penelitian dan pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim.

"Perubahan iklim adalah tantangan besar bagi sektor pertanian. Kita perlu mengembangkan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, seperti kekeringan dan banjir. Ini akan membantu petani dalam menjaga produktivitas mereka di tengah perubahan iklim yang tidak menentu," katanya.

Dalam kegiatan Gema Ilmiah Sosial tersebut, para peserta juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang berbagai inovasi yang telah mereka terapkan di lapangan.

Baca Juga:Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali: Babi Keluar Daerah Sudah Tidak Perlu Vaksin

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.

"Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Akademisi dapat memberikan kontribusi melalui penelitian dan pengembangan, sementara pemerintah dapat mendukung dengan kebijakan yang tepat, dan masyarakat dapat berperan aktif dalam mengadopsi praktik pertanian yang baik," jelasnya.

Untuk itu para sarjana pertanian untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan.

"Kita memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif dalam sektor pertanian. Mari kita manfaatkan pengetahuan dan keterampilan kita untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ajaknya.

Kegiatan Gema Ilmiah Sosial ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para sarjana pertanian untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung ketahanan pangan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini