facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pesan Buya Syafii Maarif Untuk Selalu Menjaga Keutuhan Bangsa, Muhammadiyah Dan Umat

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB

Pesan Buya Syafii Maarif Untuk Selalu Menjaga Keutuhan Bangsa, Muhammadiyah Dan Umat
Suasana penghormatan terakhir kepada Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (27/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Hal ini masih terlihat meski Shalat Jumat telah usai. Tidak semua mengenakan peci, sarung, atau baju koko.

Di sela melayat, Wakil Uskup Urusan Fikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang Yohanes Dwi Harsanto menceritakan kenangan yang tak pernah ia lupakan dengan Buya Syafii

Kenangan itu adalah kala peristiwa penyerangan kegiatan ibadah di Gereja Santa Lidwina Bedog Kabupaten Sleman pada medio 2018.

Almarhum saat itu langsung mengendarai sepeda dari kediamannya dan mengecek kondisi gereja.

“Ketika gereja kami Santa Lidwina Bedog diserang teroris beliau langsung naik sepeda menuju gereja. Beliau malah mendahului saya,” tutur Yohanes.

Selain datang lebih awal, Buya Syafii kemudian memberikan pernyataan kepada awak media dengan mengutuk penyerangan kegiatan ibadah itu.

Bagi Yohanes, sikap dan komitmen almarhum untuk menjaga hubungan antaragama di Indonesia tetap damai tidak sekadar diutarakan melalui tulisan maupun pidato, melainkan melalui tangan, kaki, dan badan.

“Beliau tokoh Muhammadiyah dan antaragama. Saya merasa beliau bapak penuh perdamaian. Bapak damai, mewartakan damai. Yang berdamai berdasarkan keadilan dan martabat manusia,” ujar dia.

Tak jauh dari serambi Masjid Gedhe Kauman, sejumlah biksu dengan mengenakan jubah kuning tampak berdiri khidmat. Kepada awak media mereka menyampaikan rasa kehilangan kepada sosok mendiang yang mereka anggap sebagai salah satu panutan.

“Kami merasa sangat kehilangan tokoh bangsa yang selama ini kami teladani,” ujar Sekretaris Wilayah DIY Sangga Agung Indonesia Biksu Badra Paluh Tera.

Bagi Biksu Badra, Buya Syafii merupakan tokoh Muslim yang dalam dakwahnya selalu mengangkat nilai nasionalisme dengan merangkul dan mengayomi semua meski berbeda suku, ras, dan agama.

Komentar

Berita Terkait