facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gara-Gara Virus Covid-19 Omicron Jumlah Peserta G20 di Bali Berkurang

Eviera Paramita Sandi Selasa, 14 Desember 2021 | 06:57 WIB

Gara-Gara Virus Covid-19 Omicron Jumlah Peserta G20 di Bali Berkurang
Gubernur Bali Wayan Koster dalam webinar Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Menjaga Wajah Bangsa Di Gelaran G20" Senin (13/12/2021). [Foto : Istimewa]

Hal ini membuat beberapa peserta membatalkan kedatangannya ke Indonesia untuk mengikuti G20.

SuaraBali.id - Pertemuan presidensi G20 yang telah berlangsung mulai 1 Desember 2021 di Bali dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari 10 negara. Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, jumlah delegasi ini berkurang karena merebaknya kasus Covid-19 varian Omicron di beberapa negara.

Hal ini membuat beberapa peserta membatalkan kedatangannya ke Indonesia untuk mengikuti G20.

“Semula pesertanya 140 orang dari 18 negara. Namun karena berkembang varian Omicron, sejumlah negara tidak mengijinkan warganya untuk keluar negeri. Selain itu, faktor penghambat lainnya yakni penerbangan langsung ke Bali,” terangnya sebagaimana disebutkan dalam rilis pers.

Sebenarnya, dari sisi keamanan, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan jika semuanya telah berjalan dengan baik di bawah komando Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali. Sementara terkait fasilitas pelaksanaan G20 di Bali, Gubernur Koster mengatakan jika semua telah disiapkan dengan baik.

Baca Juga: Delegasi KTT G20 dari Berbagai Negara Mulai Berdatangan di Bali

Selain itu, protokol kesehatan bagi para peserta G20, baik kedatangan maupun keberangkatan juga menjadi salah satu hal penting. Selain itu, penataan jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju venue di Nusa Dua, Badung akan ditata dengan baik (hijau dan indah).

“Fasilitas yang diberikan kepada peserta G20 di Bali sangat baik, lokasi pelaksanaan pertemuannya juga bagus dengan ciri khas Balinya. Penerapan protokol kesehatannya juga sangat baik. Pada malam harinya (dinner-red), disiapkan menu dengan karakteristik yang khas dengan pelayanan berbeda mengingat kegiatan berlangsung di tengah pandemi. Selain itu, pemberitaan kegiatan ini juga sangat bagus. Jika dilihat semua ini, saya yakin para peserta sangat menikmatinya,” jelas Gubernur Koster pada acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Menjaga Wajah Bangsa Di Gelaran G20" yang dilaksanakan secara daring pada Senin (13/12/2021).

Seperti diketahui, presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20. Untuk tahun 2022, Indonesia terpilih dan tengah mempersiapkan penyelenggaraan.

Forum G20 merupakan kelompok informal yang terdiri dari 19 negara-negara dan Uni-Eropa serta perwakilan lembaga dunia seperti IMF-WB.

G20 secara kolektif merupakan representasi dari perekonomian dunia. Dalam presidensi G20 kali ini, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Terdapat tiga isu strategis yang akan difokuskan Indonesia meliputi penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital dan transisi menuju penggunaan energi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wamen Alue Dohong Sebut Tahura Ngurah Rai Bali Siap Untuk KTT G20 Tahun 2022

Untuk mensukseskan pelaksanaan G20, segala persiapan telah dilakukan Bali. Di antaranya persiapan infrastruktur, penataan mangrove yang akan dijadikan showcase oleh pemimpin dunia yang nanti akan hadir.

Pada pertemuan G20 akan dibahas juga soal finance pada bulan Februari 2022 mendatang juga akan dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Jakarta, namun melihat kesuksesan dan persiapan yang dilakukan Bali pada awal pertemuan tanggal 1 Desember 2021 kemarin, Bali kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan.

Untuk itu Koster berharap masyarakat Bali juga harus memiliki tanggungjawab untuk ikut mensukseskan G20 sebagai salah bentuk recovery pariwisata dan perekonomian masyarakat.

"Kolaborasi sangat dibutuhkan, baik dengan masyarakat, antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi suksesnya perhelatan G20," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait