alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Warga Ngaku Buta Setelah Divaksin AstraZeneca, Dinkes : Belum Bisa Dipastikan

Eviera Paramita Sandi Rabu, 01 Desember 2021 | 19:45 WIB

Viral Warga Ngaku Buta Setelah Divaksin AstraZeneca, Dinkes : Belum Bisa Dipastikan
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di RPTRA Taman Mandala, Tebet, Jakarta, Senin (29/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ia mengaku suaminya buta setelah vaksinasi astrazeneca dosis pertama pada 3 September 2021.

SuaraBali.id - Seorang warganet bernama Titik Andayani menuliskan kondisi suaminya yang buta setelah mendapat vaksin AstraZeneca. Pengakuannya itu dituliskan di laman Facebook grup bernama Komunitas Peduli Malang Raya (Asli Malang).

Ia mengaku suaminya buta setelah vaksinasi astrazeneca dosis pertama pada 3 September 2021. Meski kini keadaannya mulai membaik.

“Sudah mulai pulih kira-kira 70 persen. Tapi selama pengobatan berlangsung pemerintah kota tidak mempedulikan kami. Padahal saya sudah DM (pesan langsung) Pak Sutiaji (Wali Kota Malang) dan Ibu Widayati (istri Wali Kota) untuk meminta bantuan..” tulisnya.

“Semua hasil pemeriksaan normal tidak ada penyakit bawaan atau yang lainnya. Saya minta tolong kepada sahabat dan saudara Kota Malang untuk meng up dan meng share berita ini agar kami mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena sejak vaksin dan sampai sekarang suami saya masih belum bisa bekerja. Suami saya memiliki 2 orang anak yang pertama kelas 1 SD dan yang kedua umur 2 tahun. Sekali lagi mohon bantuan up dan share berita ini. Terimakasih,” tulis postingan itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif membenarkan kabar itu. Pasien itu warga Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang.

Kejadian itu terjadi sekira awal September 2021 lalu. Namun kondisi pasien saat ini terus membaik. Dinkes Kota Malang juga sudah melakukan pendampingan kepada warga itu.

Tetapi belum dipastikan bahwa kebutaan itu efek dari vaksin Astrazeneca.

“Ya betul, itu kasus lama sudah September lalu sudah ditindak lanjuti dan banyak kemajuannya. Sampai saat ini belum bisa dipastikan (karena vaksin),” kata Husnul seperti diwartakan beritajatim – Jaringan Suara.com

Komentar

Berita Terkait