alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tahanan Perempuan di Gianyar Bali Meninggal Mendadak, Ini yang Dialaminya

Eviera Paramita Sandi Selasa, 30 November 2021 | 20:44 WIB

Tahanan Perempuan di Gianyar Bali Meninggal Mendadak, Ini yang Dialaminya
Ilustrasi mayat perempuan (shutterstock)

Tahanan perempuan yang terjerat kasus pencurian di sejumlah TKP ini awalnya hanya mengeluh badannya lemas.

SuaraBali.id - Seorang tahanan perempuan di Gianyar meninggal dunia pada Selasa (30/11/2021) sekitar Pukul 11.45 WITA. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) penghuni blok wanita Rutan Kelas IIB Gianyar, Bali ini diketahui benama Tuminahiyah (26).

Tahanan perempuan yang terjerat kasus pencurian di sejumlah TKP ini awalnya hanya mengeluh badannya lemas.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir, warga Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar ini akhirnya dilarikan ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar. Namun nyawanya tak tertolong, diperkirakan sudah meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun saat ditemui di RSUD Sanjiwani Gianyar menjelaskan Tuminahiyah merupakan tahanan titipan dari Pengadilan Negeri Gianyar sebagai tedakwa kasus pencurian.

“Dia dititipkan di Rutan Gianyar sekitar 12 hari lalu. Dan, statusnya masih dalam isolasi untuk memastikan yang bersangkutan tidak terpapar covid-19 saat berada di luar,” jelas Muhammad Bahrun sebagaimana diwartakan beritabali.com – Jaringan Suara.com.

Namun sejak dua hari lalu, yang bersangkutan tidak mau bicara dengan kondisi tidak sehat.

"Yang bersangkutan tahanan Pengadilan Negeri Gianyar. Sudah sejak dua hari lalu ada keluhan sakit. Cuman dia gak mau ngomong. Sehingga kita agak repot menentukan tindakan yang harus dilakukan," ujarnya.

Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Nyoman Bayu Widiartha saat ditemui menjelaskan pasien diterima sekitar pukul 11.20 WITA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun demikian, tim medis tetap melakukan pemeriksaan.

“Saat diperiksa, nadi sudah tidak teraba. Oksigen nol, tekanan darah tidak bisa diukur. Pupil mata membesar maksimal,” jelasnya.

Tim medis juga memberikan tindakan medis RJP (resuitasi jantung paru) namun tidak ada respons. “Sehingga pasien dinyatakan meninggal dunia Pukul 11.45 WITA,” terang dr Bayu.

Komentar

Berita Terkait