alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keluarga Histeris Melihat Gadis 17 Tahun Dalam Kondisi Tak Bernyawa di Jeruji Jendela

Eviera Paramita Sandi Senin, 29 November 2021 | 15:47 WIB

Keluarga Histeris Melihat Gadis 17 Tahun Dalam Kondisi Tak Bernyawa di Jeruji Jendela
Ilustrasi gantung diri (Shutterstock)

Di depan mata mereka, (NM) sudah dalam keadaan tergantung di jeruji jendela dengan menggunakan kain batik.

SuaraBali.id - Seorang pelajar NM (17) di Kota Bima, ditemukan tak bernyawa di jeruji jendela kamar. Peristiwa mengenaskan itu, terjadi di rumahnya, Minggu (28/12/2021) sekitar pukul 19.30 Wita.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gadis 17 tahun yang beralamat di Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima, NTB ini ditemukan dalam keadaan gantung diri di jeruji jendela dengan selembar kain batik.

Kapolsek Rastim Iptu Suratno menceritakan kronologis peristiwa tersebut. Saat itu, nenek korban Hj Jainab, memanggil korban, namun tidak dijawab. Karena pintu dalam keadaan terkunci dari dalam, sang nenek kemudian meminta bapak (NM) untuk mendobrak paksa pintu kamar korban.

Setelah pintu terbuka korban, seisi keluarga histeris. Di depan mata mereka, (NM) sudah dalam keadaan tergantung di jeruji jendela dengan menggunakan kain batik.

Keluarga yang melihat kejiadian tersebut kemudian langsung berteriak. Teriakan tersebut memancing tetetangga langsung menuju rumah korban.

Korban pun, langsung dilarikan ke RSUD Bima yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah korban. Hanya, meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak tertolong,

“Berdasarkan keterangan dari dokter jaga ruang IGD RSUD Bima, korban meninggal dan terdapat bekas luka lecet bekas guratan melintang di bagian leher dan disimpulkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di badan korban,”jelasnya.

Unit Identifikasi Polres Bima Kota, sambungnya, telah melakukan nolah TKP dengan memotret secara umum dan khusus set TKP mengamankan barang bukti dan tidak menemukan bekas kekerasan di tubuh korban.

“Terkait masalah tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan mengikhlaskan kejadian tersebut yang dibuktikan dengan surat pernyataan penolakan Otopsi oleh pihak keluarga,”tutup Suratno.

Kontributor : Lalu Muhammad Helmi Akbar

Komentar

Berita Terkait