alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mal Baru di Denpasar Dibangun, Disebut Terbesar di Bali Dan Serap 2 Ribu Tenaga Kerja

Eviera Paramita Sandi Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:07 WIB

Mal Baru di Denpasar Dibangun, Disebut Terbesar di Bali Dan Serap 2 Ribu Tenaga Kerja
Maket Living World Denpasar

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar dengan luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120.000 m2 direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2022.

SuaraBali.id - Pembangunan di Bali berlanjut, meski masih dalam pandemi covid-19, Bali masih menjadi magnet tersendiri bagi pengusaha. Terbaru akan dibangun sebuah mal yang berlokasi di kota Denpasar dengan nilai investasi yang fantastis yakni Rp 800 Miliar.

Mal ini diprediksi akan bisa beroperasi pada tahun 2022 dan bisa menyerap 2 ribu tenaga kerja lokal di Bali. Mal ini adalah proyek dari Kawan Lama Group yang sebelumnya grup ini telah menghadirkan mal Living World di Alam Sutera, Tangerang pada 2011 disusul dengan Living World Pekanbaru pada 2018.

Sugiyanto Wibawa, Business Development Director Kawan Lama Group  mengatakan Kawan Lama Group segera merampungkan proyek mal Living World ketiganya di Kota Denpasar, Bali, yang saat ini sudah memasuki tahap finishing ditandai dengan upacara Topping Off pada hari Jumat, 22 Oktober 2021 lalu.

Dengan nilai investasi yang besar, proyek ini berdiri di atas lahan seluas ±3,5 hektar dengan luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120.000 m2 direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2022.

Berbeda dari mal kebanyakan, Living World Denpasar Bali akan berfokus pada tenant di segmen home living, home improvement, & lifestyle seperti ACE, INFORMA, Krisbow, Toys Kingdom, hingga Pet Kingdom. Memiliki gross floor area lebih dari 120.000 m2 dengan commercial area lebih dari 50.000 m2, dan hingga 400 toko yang dihadirkan, Living World Bali akan menjadi mal terbesar di Pulau Bali yang diperkuat dengan konsep Home Living, Lifestyle & Eat-ertainment yang terlengkap di Ibukota Bali, Denpasar.

Selain itu, Living World Bali menghadirkan keindahan dan keunikan arsitektur bernuansa tradisional Bali yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe & entertainment.

Mulai dari zona khusus “Asian Market” yang sangat kental dengan budaya Bali, baik dari arsitektur dan hadirnya beragam produk UMKM Bali.

Meski dalam keadaan pandemic, Kawan Lama Group optimis dalam merampungkan pembangunan. Pasalnya, menurut data yang disampaikan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), meskipun cenderung lambat, tetapi tingkat kunjungan pusat perbelanjaan di berbagai daerah naik secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi saat ini.

Bahkan setelah PPKM mulai dilonggarkan, awal bulan Oktober lalu APPBI mencatat rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat hingga 40% dari kondisi normal sebelum pandemi.

Terlebih lagi, menurut data APPBI Bali, dari total 14 pusat perbelanjaan di Bali tingkat kepatuhan implementasi PeduliLindungi sudah mencapai lebih dari 80% , yang semakin memantapkan langkah Kawan Lama Group untuk terus berinvestasi.

Komentar

Berita Terkait