alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rambut Hingga Kain Kafan Ditemukan di Kamar Penjaga Sekolah, Diduga Untuk Ritual Khusus

Eviera Paramita Sandi Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:02 WIB

Rambut Hingga Kain Kafan Ditemukan di Kamar Penjaga Sekolah, Diduga Untuk Ritual Khusus
Petugas memeriksa SD Mulo Baru, Wonosari, Gunungkidul, sekolah yang dulu menjadi tempat oknum guru ngaji cabul G mengajar. - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

Rambut tersebut disimpan dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam karung yang jumlahnya tidak sedikit

SuaraBali.id - Civitas SD Mulo Baru, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jawa Tengah diherankan dengan ditemukannya barang-barang aneh di kamar atau ruang ganti yang ditinggali oleh G, oknum guru ngaji asal Karangasem yang diduga pelaku pencabulan. Diduga barang ini sarana ritual untuk kelabuhi korban wanitanya.

Barang-barang aneh itu diantaranya adalah rambut dan kain kafan. Dimana rambut tersebut disimpan dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam karung yang jumlahnya tidak sedikit, karena ada beberapa jumlah karung.

Barang-barang aneh tersebut tak sempat difoto karena langsung dibakar di belakang sekolah. Perilaku G yang menjadi tukang bersih-bersih sekaligus penjaga sekolah di SD tersebut ini mengundang tanda tanya warga sekolah tersebut.

Menurut kabar terakhir, yang bersangkutan telah membuka praktik pengobatan alternatif di wilayahnya.

Salah seorang pemuda asal Pedukuhan Karangasem, Sulistyono, mengungkapkan, keterkejutan warga Mulo bermula ketika ada warga sekitar sekolah yang diminta untuk membersihkan ruangan yang selama ini digunakan oleh G bersama istrinya ketika tinggal di SD tersebut.

"Kan ada tetangga saya yang memang sering dimintai tolong untuk bersih-bersih," papar Sulis, Senin (18/10/2021).

Saat membersihkan ruangan tersebut, tetangganya kaget karena di dalam ruang yang ditinggali oleh G banyak didapati rambut. Rambut-rambut tersebut disimpan dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam karung.

"Itu rambutnya rambut manusia apa bukan kami juga tidak tahu," ungkap dia.

Kemungkinan barang-barang tersebut digunakan untuk ritual pengobatan alternatif yang diselenggarakan oleh G. Berdasarkan penuturan dua korban yang sudah melapor, keduanya diminta mencabut bulu kemaluan dan dimasukkan ke dalam kain kafan kecil.

Sulis sendiri meragukan G memiliki kemampuan untuk melakukan pengobatan alternatif. Sulis yang merupakan teman sepermainan G sejak kecil menuding pengobatan alternatif tersebut hanya digunakan untuk mengelabui para wanita yang selama ini menjadi peserta pengajian.

Komentar

Berita Terkait