alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Politisi Malaysia Ini Sebut Banyak Remaja Terdorong Bunuh Diri Karena Nonton Film Drakor

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 15 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Politisi Malaysia Ini Sebut Banyak Remaja Terdorong Bunuh Diri Karena Nonton Film Drakor
5 Original Soundtrack (Ost) Drama Korea yang Bikin Baper

Pada unggahan video Syed Saddiq, Mohd Apandi Mohamad yang merupakan anggota senator dari Malaysian Islamic Party (PAS) menyatakan bahwa remaja yang bunuh diri terdorong dengan

SuaraBali.id - Banyak orang kini gemar nonton drama Korea (drakor). Kegiatan menonton drama Korea ini tak hanya disukai anak muda, bahkan ibu rumah tangga pun banyak yang suka menonton drakor.

Saat pandemi, semakin banyak orang menghabiskan waktu dengan menonton drakor. Tetapi tak semua orang bisa menerima kehadiran drakor dan budaya Korea yang semakin massif di masyarakat.

Seperti reaksi seorang politisi Malaysia di mana ia menyebutkan bahwa tingkat bunuh diri dipengaruhi oleh tontonan drakor. Hal ini dinyatakan oleh politisi Malaysia, Mohd Apandi Mohamad.

Ungkapannya tentang drakor itu diunggah oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dalam ungghan Twitternya.

"Baru pertama kali saya mendengar ada yang mencoba untuk menyalahkan drakor untuk masalah bunuh diri. Bukannya [menyalahkan] stres, upah rendah, dan biaya hidup. Tapi drakor?" tulis Syed Saddiq pada akun Twitternya, Kamis (14/10/2021).

"Film adalah cerminan masyarakat. Ada adegan bunuh diri, mari kita belajar darinya. Misalnya berhenti nonton Hometown Cha Cha Cha terus masalah hilang? [dan berhenti bunuh diri]," imbuhnya.

Pada unggahan video Syed Saddiq, Mohd Apandi Mohamad yang merupakan anggota senator dari Malaysian Islamic Party (PAS) menyatakan bahwa remaja yang bunuh diri terdorong dengan drakor.

"Bahwa remaja yang memutuskan untuk bunuh diri setuju atau tidak ini terdorong karena film dan drama korea," ujarnya dalam rapat Dewan Negara.

"Setiap drama atau filmnya pasti ada bunuh dirinya," imbuhnya.

Ungkapannya tersebut muncul setelah senator lain, yakni Fadhlina Sidek meminta untuk adanya intevensi segera dari pemerintah perihal krisis kesehatan mental.

Komentar

Berita Terkait