Bali

Ngaku Dirampok di Bali, Bule Inggris Mengemis Minta Makanan ke Warga

Petugas menduga Michael sudah lebih dari tiga Minggu berada di Bali.

Husna Rahmayunita

Bule Inggris menggelandang di Bali. (Instagram/@denpasar.viral)
Bule Inggris menggelandang di Bali. (Instagram/@denpasar.viral)

SuaraBali.id - Kasus warga negara asing atau WNA hidup menggelandang kembali ditemukan di Bali di tengah pandemi Covid-19. Terbaru yakni Michael Wilkinson (65), bule Inggris yang mengemis minta makanan ke warga 

Michael mengaku dirinya sempat dirampok dan kehabisan uang hingga terpaksa hidup susah.

Selama menggelandang, pria ini tinggal di pondok sekitaran Pantai Munggu, Kecamatan Mengwi,  Kabupaten Badung dan menyambung hidup dengan meminta belas kasihan warga yang melintas.

Namun keberadaannya membuat warga tidak nyaman. Warga kemudian mengamankannya dan menyerahkannya kepada Polsek Mengwi, Selasa (28/7/2020) malam.

Selanjutnya untuk tindakan lebih lanjut, bule tersebut mendapat penanganan dari Satpol PP Kabupaten Badung.

Diwartakan Beritabali.com--jaringan Suara.com, Rabu (29/7), Kasat Pol PP Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara membenarkan kejadian tersebut.

"Benar dia sudah kami amankan. Dia mau di-rapid test karena sebelum dipulangkan harus ada kepastian kesehatan. Setelah itu diserahkan ke imigrasi," ungkapnya.

Bule Inggris menggelandang di Bali. (Instagram/@denpasar.viral)
Bule Inggris menggelandang di Bali. (Instagram/@denpasar.viral)

I Gusti Agung Ketut Suryanegara menerangkan, setelah dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP, Michael mengaku kehabisan uang. Bahkan dia mengatakan pernah dirampok tiga minggu lalu.

Mendengar pengakuan tersebut, petugas menduga Michael sudah lebih dari tiga Minggu berada di Bali.

"Dalam keterangannya, dia tiga Minggu lalu kena rampok. Sehingga dia jadi gelandangan dan tidak ada identitas. Tapi dia tidak melapor ke aparat setempat kalau dia dirampok. Dia minta-minta makan ke warga," sambungnya.

Kekinian Michael akan menjalani rapid test di Puskesmas Mengwi, sebelum diserahkan kepada pihak imigrasi untuk dipulangkan ke negaranya.

"Kami buatkan laporan kejadian dan serah terima ke imigrasi," ujar I Gusti Agung Ketut Suryanegara, memungkasi.

Berita Terkait

Berita Terkini