Bali

BKKPN Rencanakan Rekonstruksi Tulang Paus Biru yang Terdampar di Kupang

Rencana rekonstruksi tulang paus itu bertujuan agar menjadi pelajaran sejarah bagi pengunjung museum.

Husna Rahmayunita

Seekor paus biru terdampar dan mati di pesisir pantai Kupang, Selasa (21/7/2020). [Ist]
Seekor paus biru terdampar dan mati di pesisir pantai Kupang, Selasa (21/7/2020). [Ist]

SuaraBali.id - Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang tengah berencana merekonstruksi tulang paus biru yang terdampar mati di pesisir pantai Kecamatan Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

Mamalia yang memilki nama ilmian Balaenoptea Musculus itu sempat hilang di lokasi terdampar hingga berhasil ditemukan pada Rabu (22/7/2020).

Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji menuturkan tulang paus biru akan direkonstruksi supaya bisa dipajang di museum pemerintah di NTT.

"Sesuai arahan dari gubernur NTT, beliau menginginkan agar tulang paus biru itu direkonstruksi sehingga bisa dipajang di museum NTT di Kota Kupang sebagai sejarah," ujar Ikram seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/7)

Menurut Ikram, hal ini berkaitan dengan rencana rekonstruksi tulang dari paus biru dan kemudian dikuburkan di pesisir pantai Air Cina pada pukul 14.00 wita waktu setempat.

Ikram mengatakan, rencana rekonstruksi tulang paus itu bertujuan agar menjadi pelajaran sejarah bagi pengunjung museum.

Selain itu, bisa menunjukkam bahwa NTT merupaka daerah berkarakteristik yang mempunyai banyak keunggulan khususnya di laut.

"Namun membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar dua tahun itu sudah sangat cukup," ujar dia.

Ikram menambahkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2020 ini segera membangun gedung yang dinamakan cetasean center untuk menyimpan sejumlah kerangka hewan mamalia yang selama ini dikubur di beberapa pulau di NTT akibat terdampar dan mati.

"Kita akan display semua kerangka paus dan lumba-lumba yang sudah kita kuburkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa NTT adalah daerah berkarakteristik yang berbeda dengan daerah lainnya.

Sementara untuk merekonstruksi tulang paus dan lumba-lumba itu, kata Ikram, pihaknya akan bekerja sama dengan Museum Zoologi dari Fakultas Zoologi Universitas Gajah Mada (UGM).

Sebelumnya,  proses rekonstruksi tulang lumba-lumba berhasil pada 2019. Bahkan saat ini  lumba-lumba hasil rekonstruksi dipajang di kantor BKKPN Kupang di Tenau Kota Kupang.

Dengan demikian, Ikram mengatakan jika rencana rekonstruksi direalisasikan, maka bisa menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah dan warga NTT.

Berita Terkait

Berita Terkini